| Menggugat Aturan Privacy di Facebook |
|
Didunia periklanan internet, pihak pengiklan biasanya cuma mendapatkan asal halaman dan sebatas karakter acak untuk mengidentifikasi siapa yang mengklik iklan mereka. Namun ketika iklan tersebut diklik dari halaman pribadi seseorang di Facebook, pihak pengiklan ternyata bisa menelusuri identitas orang tersebut. Informasi seperti ini tentu sangat berharga bagi sang pengiklan karena bisa mengetahui minat dan hobi seseorang dengan lebih detail. Masalahnya, Facebook seharusnya menjaga agar data penting tersebut tidak terungkap tanpa persetujuan orang yang bersangkutan. Setelah kasus ini mengemuka, Facebook langsung mengubah mekanisme pencantuman iklan di situs mereka. Namun kasus ini tak pelak membuat Facebook kembali mendapat sorotan tajam mengenai kebijakannya soal privacy. Awal Mei 2010 misalnya, Facebook mendapat protes keras setelah mengubah aturan dasar privacy Facebook yang memungkinkan mereka membagi informasi pribadi pengguna Facebook ke pihak ketiga. Facebook juga dituduh menerapkan aturan privacy yang rumit dan tidak informatif ke penggunanya. Yang mengkhawatirkan, longgarnya aturan privacy sepertinya akan selalu membayangi situs sosial. Pasalnya, bisnis model situs sosial mengandalkan jumlah dan data pengguna layanan mereka. Dan ketika kita - demi mendapatkan koneksi dengan teman-teman lama-mengisi data pribadi yang akurat saat mendaftar ke situs sosial, sisi privacy sepertinya selalu berada dalam bahaya |